A.
TERMODINAMIKA
·
Pengertian dan Macam-Macam Energi
Energi
adalah istilah yang banyak digunakan untuk mewakili suatu konsep yang abstrak.
Energi tidak dapat dilihat, disentuh, dicium, atau ditimbang. Energi dapat
didefinisikan sebagai kemampuan untuk melakukan kerja. Bentuk energi lain
mencakup :
1.
Energi Radiasi (Radiant
energy), berasal dari matahari dan merupakan sumber energi utama dari Bumi.
2.
Energi Termal (Thermal
energy) adalah energi yang berkaitan dengan gerak acak atom-atom dan molekul.
3.
Energi Kimia (Chemical
energy) tersimpan dalam satuan struktur zat kimia.
4.
Energi Potensial (Potential
energy) adalah energy yang tersedia akibat posisi benda.
·
Perubahan Energi dalam Reaksi Kimia
Kalor merupakan perpindahan energi thermal antara 2 benda yang
memiliki suhu yang berbeda, sedangkan suhu merupakan pengukuran untuk energi
panas (thermal energy). Temperature tidak sama dengan Energi Thermal.
Ilmu yang mempelajari dalam suatu perubahan panas disebut dengan Thermochemistry. Dalam
thermochemistry ada bagian yang disebut dengan sistem, yaitu bagian dari alam
yang menjadi pusat perhatian. Sistem tebagi menjadi 3, yaitu :
1. Sistem
terbuka, akan merubah energi dan massa.
2. Sistem
tertutup, akan merubah energi.
3. Sistem
terisolasi, tidak merubah apa-apa.
Eksotermik adalah proses yang memberikan panas atau mentransfer
energi thermal dari sistem ke lingkungan. Contohnya adalah suatu senyawa
bereaksi dengan senyawa lain sehingga menghasilkan senyawa baru dan energi. Energi
ini yang kita sebut sebagai reaksi eksoterm karena energi tersebut dihasilkan dari
pelepasan energi yang menjadi produk.
Endotermik adalah proses yang menerima panas atau masuk dari sistem
dari lingkungan. Contohnya adalah energi diserap oleh suatu senyawa sehingga
menghasilkan produk.
·
Hukum Termodinamika
Hukum termodinamika pertama (first law of thermodynamics), didasarkan pada hukum
kekekalan energi, menyatakan bahwa energi dapat diubah dari satu bentuk ke
bentuk yang lain, tetapi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan.
Perubahan energi dalam ΔE dirumuskan dengan :
ΔE = Ef - Ei
Dimana
Ef dan Ei merupakan energi dalam sistem pada keadaan awal dan keadaan akhir.
Hukum termodinamika kedua
menunjukkan kondisi alami dari alur kalor suatu objek dengan sistem, menyatakan
kalor mengalir secara alami dari benda yang panas ke benda yang dingin; kalor
tidak akan mengalir secara spontan dari benda dingin ke benda panas tanpa
dilakukan usaha.
Hukum termodinamika ketiga
menyatakan entropi dari suatu kristal sempurna pada absolut nol adalah sama
dengan nol.
Hukum Hess adalah
sebuah hukum dalam kimia fisik untuk ekspansi Hess dalam siklus Hess. Hukum ini
digunakan untuk memprediksi perubahan entalpi dari hukum kekekalan energi
(diyatakan sebagai fungsi ΔH). Hukum Hess dapat
digunakan untuk menghitung jumlah entalpi keseluruhan proses reaksi kimia
walaupun menggunakan rute reaksi yang berbeda
B. TERMOKIMIA
·
Pengertian Termokimia
Termokimia
adalah bagiaan dari pembahasan yag lebih luas yang disebut termodinamika
(thermodynamics), yaitu ilmu yang mempelajari perubahan antar kalor dan
bentuk-bentuk energi yang lain. Hukum-hukum termodinamika menyediakan panduan
yang berguna untuk pemahaman energetika dan arah proses.
Keadaan
sejumlah tertentu gas ditentukan oleh volume, tekanan, dan suhunya. Menurut
hukum Boyle, volumenya harus meningkat menjadi 2 L. Jadi keadaan akhirnya
adalah pada tekanan 1 atm, suhu 300 K, dan volume 2 L. Perubahan volumenya ΔV adalah
ΔV =
Vf - Vi
= 2 L –
1 L
= 1 L
·
Persamaan Kimia
1.
Koefisien stoikiometri selalu menunjukkan jumlah mol
zat.
2. Jika ingin membalik persamaan reaksi, maka tanda
reaktan dan produknya juga berubah.
3.
Jika mengalikan kedua ruas persamaan, maka delta H juga
dikalikan.
4.
Ketika menulis persamaan, tulis juga wujud fisis
reaktan dan produk (l,aq,s,g)
·
Kalorimeter
Kalor
jenis adalah jumlah kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu satu gram zat
sebesar satu derajat Celcius. kapasitas kalor suatu zat adalah jumlah kalor
yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu sejumlah zat sebesar satu derajat Celcius.
Kalor jenis merupakan sifat intensif, sedangkan kapasitas kalor merupakan sifat
ekstensif. Hubungan antara kapasitas kalor dan kalor jenis suatu zat adalah :
C = ms
Dimana m adalah massa zat (gram).
Persamaan untuk menghitung
perpindahan kalor yaitu:
q = msΔt
atau q = CΔt
Dimana m adalah massa sampel (gram) dan Δt adalah perubahan suhu.
C.
CONTOH SOAL
1.
Suatu sample 466 gr air dipanaskan
dari 8,50oC ke 74,60oC. Hitunglah jumlah kalor yang
diserap air ?
Jawab :
Diketahui :
m = 466 gr
s = 4,184 J/g oC
Δt = 66,10oC
Ditanya : q ?
Dijawab :
q = msΔt
= (466)(4,184)(66,10)
= 1,29 x 105 J
= 129 kJ
2. Kerja yang
dilakukan ketika suatu gas dimampatkan dalam tabung adalah 462 J. Selama proses
ini, terdapat perpindahan kalor sebesar 128 J dari gas ke lingkungan .
Hitunglah perubahan energi untuk proses ini ?
Jawab :
Diketahui :
q = -128 J
w = 462 J
Ditanya : ΔE ?
Dijawab :
ΔE = q + w
= -128 + 462
= 334 J
Sumber
: Buku Kimia Dasar, Edisi Ketiga Jilid 1, Konsep-Konsep
Inti. Raymond Chang.
Terima kasih,
Nama : Annisa
NIM : 1306620034
Prodi : Fisika A 2020
Universitas Negeri Jakarta
Komentar
Posting Komentar